materi bahasa indonesia

MENGAMBIL HIKMAH 

DARI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI



  1. Pengantar

          Tuhan menciptakan  lingkungan dengan keseimbangan. Tumbuhan dan hewan diciptakan untuk manusia. Lingkungan yang subur dianugerahkan Tuhan kepada kita bangsa Indonesia. Manusia diberi akal pikiran untuk meneliti lebih lanjut apa karakteristik  beragam  tumbuhan,  hewan, dan benda-benda ciptaan Tuhan. Dari hasil penelitian  dilahirkan pengetahuan  tentang beragam hewan, tumbuhan,  objek-objek tertentu.  Dengan membaca kalian dapat memahami berbagai hal. Kalian juga dapat menjadi peneliti untuk  mengungkapkan karakteristik objek di sekitarmu. Penelitian pustaka bisa Kalian lakukan untuk membuat teks hasil observasi. Banyak membaca akan menjadi modal utama untuk menulis. Pada bagian ini Kalian akan belajar memahami isi teks laporan observasi

Apa itu teks laporan hasil observasi? Nah, di SD atau MI kalian telah belajar tentang teks laporan hasil pengamatan bukan? Teks laporan observasi hakikatnya sama dengan teks laporan hasil pengamatanyakni teks yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang suatu  objek atau sistuasi, setelah diadakannya investigasi penelitian secara sistematis.

Teks Laporan hasil obeservasi menghadirkan informasi tentang suatu hal secara apa adanya lalu dikelompokkan dan dianalisis secara sistematis sehingga dapat menjelaskan suatu hal secara rinci dari dari sudut pandang keilmuan. Teks ini berisi hasil observasi bisa berupa hasil riset (penelitian) secara mendalam tentang suatu benda, tumbuhan, hewan, konsep/ekosistem tertentu. Teks laporan hasil observasi biasanya berisi dengan fakta-fakta yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

 

  1. Membangun Konteks

 

Sebelum mempelajari teks laporan hasil observasi, nyanyikan lagu ini!

 

Nyanyikan dengan irama menanam jagung


Baca, baca ayo membaca!

Dengan membaca buka dunia

Baca, baca ayo membaca!

Dengan membaca modal berkarya

  

Amati gambar dan bacalah contoh  teks hasil observasi berikut dan bacalah teks laporan hasil observasi dengan saksama.



 

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRXRCJvyYHM_EipG-z-3umbHxD5kPzYHL2uoEgCrvw-b-8Prehw      https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQPgNnKMRVq5c_9k2mNXMBeSB0JYx-mVMCXV_MKORKOhfJTarXABQ

Nah, untuk memahami teks laporan hasil observasi, bacalah teks berikut ini!

Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskrip, dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan. Perpustakaan adalah sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan berdasarkan tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Secara khusus perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung dalam sebuah sekolah yang dikelola oleh sekolah yang bersangkutan untuk mencapai tujuan pendidikan. 

Perpustakaan Sekolah adalah perpustakaan yang tergabung dalam sebuah sekolah yang dikelola oleh sekolah yang bersangkutan untuk mencapai tujuan pendidikan secara umum. 

Perpustakaan sekolah dikelompokkan berdasarkan jenjang sekolah. Berdasarkan  jenjangnya dikenal adanya perpustakaan  taman kanak-kanak, perpustakaan SD, perpustakaan SMP, perpustakaan SMA/SMK, dan perpustakaan perguruan tinggi. Setiap jenis perpustakaan sekolah memiliki kekhasan. Perpustakaan taman kanak-kanak disesuaikan dengan tujuan pendidikan yang sesuai untuk anak TK. Perpustakaan SD disesuaikan dengan tujuan pendidikan sekolah dasar.  Demikian juga perpustakaan SMP disesuaikan dengan perkembangan remaja awal siswa usia SMP. Perpustakaan SMA/SMK dan perpustakaan perguruan tinggi tentunya juga disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan karakteristik perkembangan siswa atau mahasiswanya.

Bahan koleksi  perpustakaan sekolah  dikelompokkan berdasarkan fungsinya.  Berdasarkan fungsinya, koleksi perpustakaan sekolah dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu buku pelajaran pokok,  buku pelajaran penunjang,  buku bacaan,  buku sumber,  buku referensi, dan terbitan berkala. Buku pelajaran pokok merupakan buku utama yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Buku pelajaran penunjang  adalah buku yang sifatnya sebagai penunjang atau pelengkap dari buku pelajaran pokok yang digunakan oleh guru dan siswa. Buku bacaan adalah buku yang digunakan sebagai bahan bacaan bagi siswa, guru dan staf administrasi. Menurut jenisnya bahan bacaan dibedakan menjadi buku non fiksi, fiksi ilmiah dan fiksi.  Buku sumber, referensi atau rujukan, buku sumber, referensi atau rujukan adalah buku yang digunakan oleh warga sekolah sebagai sumber informasi untuk menambah ilmu pengetahuan. Jenis koleksi ini seperti kamus, ensiklopedi, almanak, direktori. Terbitan berkala merupakan jenis koleksi yang terbit secara terus menenus dan memiliki kala atau periode terbit. Jenis terbitan berkala antara lain majalah, surat kabar, dan buletin. Pamflet atau brusur juga merupakan bagian dari koleksi perpustakaan.

Perpustakaan memiliki berbagai manfaat dan fungsi. Perpustakaan  bermanfaat untuk meningkatkan kegemaran membaca,  memperluas wawasan,  dan mencerdaskan kehidupan bangsa.  Perpustakaan memiliki  beberapa fungsi yaitu  fungsi edukasi, fungsi informatif,  fungsi penelitian, fungsi kebudayaan,  dan fungsi rekreasi.  Fungsi edukasi perpustakaan adalah mempercepat penguasaan dalam bidang pengetahuan dan teknologi baru. Fungsi informatif  perpustakaan menyediakan informasi untuk pengguna dalam memperoleh informasi yang diinginkan. Fungsi  penelitian  artinya sumber-sumber informasi yang ada di dalam perpustakaan yang dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian. Fungsi kebudayaan menumbuhkan budaya baca di kalangan pemustaka sebagai bekal penguasaan alih tekhnologi. Terakhir fungsi rekreasi perpustakaan menyediakan koleksi yang dapat menghibur dan menghilangkan kebosanan.

Perpustakaan memegang peranan penting di sekolah. Perpustakaan memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi siswa serta warga sekolah yang lain.  Perpustakaan sekolah memiliki berbagai bahan koleksi untuk memfasilitasi pembelajaran dan  memupuk  kecerdasan. Selain itu, perpustakaan sekolah juga bermanfaat sebagai sarana rekreasi bagi siswa.       

 

C. Mengidentifikasi Isi Teks Laporan Hasil Observasi

Bagaimana isi teks laporan hasil observasi?

Tujuan

Isi

Objek

Menjelaskan dari sudut pandang ilmu

Membahas ilmu tentang suatu objek/konsep

Bersifat umum sehingga menjelaskan ciri umum semua yang termasuk kategori/kelompok itu (Judul bersifat umum: Pantai, Museum, Demokrasi

  

Memerinci objek atau hal yang sistemastis dari sudut ilmu (definisi, klasifikasi, jabaran ciri objek)

D. Menentukan Gagasan Pokok dan Kalimat Utama

Sebuah paragraf terdiri atas beberapa kalimat. Kalimat-kalimat tersebut terdiri atas kalimat pokok/ kalimat utama/ kalimat topik dan kalimat-kalimat penjelas.

Perhatikan paragraf berikut:

Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah. Dibutuhkan harmonisasi perasaan dan teknik sehingga tercipta alunan nada merdu. Selain itu, diperlukan keterampilan jari-jemari untuk memetik dawai seperti pada harpa.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah  “Memainkan alat musik sasando tidaklah mudah”. Kalimat selanjutnya disebut kalimat penjelas.

Selanjutnya perhatikan paragraf berikut:

Persilangan dan rekayasa genetik menghasilkan padi varietas unggul aromatik seperti Celebes, Sintanur, Batang Gadis, dan Ciliwung. Varietas Batang Gadis memiliki aroma relatif sama dengan Rojolele dan Pandanwangi.Umur Batang Gadis pendek cuma 110 hari, juga tahan wereng cokelat dan hama daun. Varietas unggul memang terbukti meningkatkan produksi pendek,genjah (berumur pendek), tahan hama, dan penyakit.

Paragraf tersebut tidak mempunyai kalimat utama. Paragraf tersebut mempunyai gagasan pokok yaitu “Padi varietas unggul”.

Berdasarkan contoh tersebut dapatkah kamu membedakan apa yang dimaksud dengan kalimat utama dan apakah yang dimaksud dengan gagasan pokok? Ya, kalimat utama adalah kalimat yang mengandung ide pokok, sedangkan gagasan pokok adalah gagasan utama yang dikembangkan dalam sebuah paragraf.

Perhatikan paragraf berikut:

“Desa Cikurai terletak di seberang Sungai Kurai. Desa ini berbatasan dengan Desa Sindangpacul. Tiap pagi, Simponi alam mengiringi derap langkah anak ke sekolah dan para petani ke sawah. Seakan tidak mengenal Lelah, kicauan burung dan tiupan angin sawah senantiasa memermaikan desa yang dihuni sebanyak 33 kepala keluarga.”

         Paragraf tersebut dibangun atas empat kalimat. Bila diperhatikan, tidak ada satu pun kalimat yang merupakan kalimat pokok. Namun, kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut membahas sebuah ide pokok yaitu Keadaan Desa Cikurai

 

E. Kebahasaan dalam Teks LHO

1. Penggunaan Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Untuk mencari makna suatu istilah kita juga dapat menggunakan kamus istilah.

Cermati teks berikut! 

Ilustrasi varian Covid-19 India menyebabkan lonjakan kasus di Inggris. Ilmuwan mendesak agar pemerintah meningkatkan vaksinasi.

Virus Corona

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19.  Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Virus ini menular melalui percikan dahak (droplet) dari saluran pernapasan, misalnya ketika berada di ruang tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara yang kurang baik atau kontak langsung dengan droplet.

 

Istilah-istilah yang terdapat dalam teks tersebut:

No.

Istilah

Arti

1.

Virus

mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit

2.

infeksi

terkena hama; kemasukan bibit penyakit

3.

lockdown

tindakan darurat atau kondisi saat orang-orang untuk sementara waktu dicegah memasuki atau meninggalkan area atau bangunan yang telah ditentukan selama ancaman bahaya berlangsung.

4.

droplet

cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara

 

TUGAS: 1.3

Buatlah kalimat dengan kata/istilah di bidang kesehatan berikut kemudian tulislah artinya!

No.

Kata/Istilah

Kalimat

Arti

1.

isolasi

  

2.

karantina

  

3.

vaksin

  

4.

vaksinasi

  

5.

masker

  

 

2. Kata Berimbuhan 

Kata berimbuhan adalah kata yang telah mendapatkan imbuhan baik di awal (awalan), di tengah (sisipan), di akhir (akhiran), atau gabungan awalan dan akhiran. Penulisan imbuhan tersebut harus ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.

Contoh: divaksin, berjalan, kibarkan, diharapkan, menyukseskan.

 

3. Kata Depan

Yang termasuk kata depan diantaranya adalah di, ke, dari, dalam, pada. Kata depan ini ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh : di sekolah, ke Surabaya, dari Jakarta, dalam lemari.

 

Catatan:

Perbedaan penulisan kata depan di dengan awalan di

  1. Penulisan di sebagai kata depan dipisah dari kata yang mengikutinya dan menyatakan arti tempat. Contoh: di jalan raya, di sungai, di Kota Malang.

  2. Penulisan di- sebagai awalan dirangkaikan dengan kata yang mengikutinya dan menyatakan arti dikenai tindakan. Contoh: dibimbing, divaksin, diisolasi, dikarantina, dirawat.

 

TUGAS: 1.4

  1. Bacalah teks berikut dengan saksama!

Penyebaran virus corona semakin tidak terkendali. Banyak orang yang terpapar virus ini. Mereka yang mengalami gejala sedang dan berat di rawat dirumah sakit atau fasilitas kesehatan lain, sedangkan yang mengalami gejala ringan atau yang tidak ada gejala di harapkan melakukan isolasi mandiri di rumah atau ditempat yang telah ditentukan. Semua warga di imbau untuk mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

 

  1. Datalah kata berawalan di- dan kata depan di- yang salah kemudian tulis yang benar serta alasannya (sebagai awalan atau kata depan).

 

Kata

Perbaikan

Alasan

   
   
   
   
   

 



***




BELAJAR  NILAI-NILAI LUHUR

                        DARI TEKS FABEL



https://dongengceritaanak.com/wp-content/uploads/2018/04/Kancil-Bertemu-Buaya-yang-Menguap.png

  1. Pengantar

Pada pelajaran ini kamu akan diajak memahami dan mencermati teks cerita fabel. Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Akan tetapi, cerita fabel juga sebenarnya menggunakan tokoh tumbuhan dan bahkan benda mati, seperti meja, kursi, pintu, dan sebaginya. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri. Cerita fabel tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa.

Setelah membaca dan memahami teks cerita fabel, kalian dapat belajar pada karakter-karakter binatang tersebut. Cerita fabel menjadi salah satu sarana potensial dalam menanamkan nilai-nilai moral. Kalian dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kalian memiliki sifat terpuji.

Selanjutnya bacalah teks fabel berikut ini!

B. Membaca Teks Fabel 

Belalang Sembah

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan segera datang musim yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.

Berbeda halnya dengan seekor Belalang sembah, Belalang sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon pohon seperti halnya para Semut. ketika musim dingin akan tiba Belalang sembah hanya berlatih menari. Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari. Namun sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin. Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan.

Para Semut melihat Sang Belalang sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting. Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa kesarangnya. Sang Belalang sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja, “Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget “Musim dingin?” kata sang Belalang sembah dengan kagetnya, “Kan masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu”, kata sang Belalang. Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan. Musim dingin tiba.

Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk. Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.

  1. Memahani Unsur Intrinsik Fabel

Teks fabel merupakan bagian dari karya sastra fiksi yaitu dongeng yang termasuk dalam prosa. Prosa memiliki unsur intrinsik karya sastra seperti :

  1. Tema atau pokok cerita: contoh tema dalam teks fabel tersebut adalah 

Kecerobohan berakibat buruk”.

2. Alur yaitu jalan cerita atau plot yang terdiri dari alur maju, alur mundur, dan   campuran (alur maju dan alur mundur).

3. Latar atau setting terdiri dari suasana, waktu, tempat. 

4. Penokohan terdiri dari protagonis yang sejalan dengan pembaca, antagonis sebagai tokoh yang berlawanan dengan protagonis, dan tritagonis sebagai tokoh yang tidak memihak manapun atau sebagai tokoh yang berdiri sendiri. Untuk watak dari perilaku tokoh tentang apa yang diceritakan pengarang dan apa yang diceritakan oleh tokoh lain.

5. Sudut pandang adalah cara pandang seorang pengarang atau pembaca dalam cerita. Sudut pandang dibagi menjadi dua yaitu sudut pandang pertama dengan kata ganti aku, saya, kami, dan kita. Sudut pandang ketiga dengan kata ganti mereka, nya, ia, dan dia.

6. Amanat adalah pesan yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca fabel.

 

  1. Kebahasaan Teks Fabel

  1. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang pada Fabel

Dalam fabel sering menggunakan kata sandang si dan sang. Kata sandang merupakan sejenis kata penentu atau pembatas yang letaknya di depan kata benda atau kata sifat. Kata sandang tidak mempunyai makna tersendiri.

Makna atau arti kata sandang bergabung dengan kata yang berada di belakangnya. Kata sandang yang masih dipakai dalam Bahasa Indonesia, misalnya: si dan sang. Walaupun kata sandang tidak mempunyai arti dan tidak dapat berdiri sendiri, kata sandang memiliki fungsi penting menentukan makna dalam kalimat.

Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.

Kalimat pertama: “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.

Kalimat kedua: Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat pertama ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat kedua Kecil ditulis dengan huruf kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan. Pada fabel nama binatang biasanya digunakan sebagai nama tokoh sehingga ditulis dengan huruf kapital.

2. Penggunaan Kalimat Langsung pada Fabel

Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung kepada orang yang dituju. Kalimat langsung ditandai dengan pemakaian tanda petik (“…”).

Ciri-ciri kalimat langsung adalah:

  1. Menggunakan tanda petik

  2. Intonasi tinggi untuk tanda tanya, datar untuk kalimat berita dan tanda seru dilagukan dengan intonasi perintah

  3. Kata ganti orang pertama dan orang kedua

  • Penggunaan tanda petik. Bagian kalimat langsung diapit oleh tanda petik dua (“) bukan petik satu (‘).

  • Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat petikan.

Contoh: Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok.”

  • Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring terletak sebelum kalimat petikan.

Contoh: “Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata Si Kupu-kupu.

 

  • Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring terletak setelah kalimat petikan.

  • Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat, jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Jika Sudah Selesai Mempelajari Silakan Tekan Selesai